Selasa, 15 Januari 2013

Metro TV



MetroTV adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia yang didirikan oleh PT Media Televisi Indonesia. Stasiun ini resmi mengudara sejak 25 November 2000 di Jakarta.PT Media Televisi Indonesia merupakan anak perusahaan dari Media Group, suatu kelompok usaha media yang dipimpin oleh Surya Paloh, yang juga merupakan pemilik surat kabar Media Indonesia. PT Media Televisi Indonesia memperoleh izin penyiaran atas nama "MetroTV" pada tanggal 25 Oktober 1999. Pada tanggal 25 November 2000, MetroTV mengudara untuk pertama kalinya dalam bentuk siaran uji coba di 7 kota. Pada awalnya hanya bersiaran 12 jam sehari, sejak tanggal 1 April 2001, MetroTV mulai bersiaran selama 24 jam. Dari awalnya memulai operasi dengan 280 orang karyawan, saat ini MetroTV mempekerjakan lebih dari 900 orang, sebagian besar di ruang berita dan daerah produksi.
Pada tanggal 20 Mei 2010, MetroTV memperkenalkan logo dan slogan barunya. Logo baru tetap menggunakan lambang burung elang dan warna dasar biru dan kuning, tetapi dengan jenis huruf Handel Gothic kursif yang memberikan kesan modern, segar dan futuristik. Penempatan logo pun juga diubah dari posisi semula di pojok kanan atas menjadi di pojok kanan bawah, penempatan ini pun berbeda dari stasiun-stasiun televisi yang ada di Indonesia yang letaknya masih di pojok kanan/kiri atas.

Stasiun TV ini pada awalnya memiliki konsep agak berbeda dengan yang lain, sebab selain mengudara selama 24 jam setiap hari, stasiun TV ini hanya memusatkan acaranya pada siaran warta berita saja. Tetapi dalam perkembangannya, stasiun ini kemudian juga memasukkan unsur hiburan dalam program-programnya. Metro TV adalah stasiun pertama di Indonesia yang menyiarkan berita dalam bahasa Mandarin: Metro Xin Wen, dan juga satu-satunya stasiun TV di Indonesia yang tidak menayangkan program sinetron. Metro TV juga menayangkan siaran internasional berbahasa Inggris pertama di Indonesia Indonesia Now yang dapat disaksikan dari seluruh dunia. Stasiun ini dikenal memiliki presenter berita terbanyak di Indonesia
Metro TV juga menayangkan program e-Lifestyle, yakni program talkshow yang membahas teknologi informasi dan telekomunikasi. Metro TV dimiliki Media Group pimpinan Surya Paloh yang juga memiliki harian Media Indonesia dan Lampung Post.
Metro TV pernah dikecam karena melarang Sandrina Malakiano mengenakan jilbab pada saat siaran, meskipun Sandrina sudah memperjuangkannya selama berbulan-bulan dengan mengajak jajaran pimpinan level atas Metro TV berdiskusi panjang.[1] Larangan inilah yang menyebabkan Sandrina keluar dari Metro TV pada Mei 2006.[2] Menurut pihak Metro TV, mereka hanya akan mengizinkan presenternya berjilbab di depan kamera ketika Ramadan atau hari-hari besar Islam
Daftar direktur utama
No Nama Awal jabatan Akhir jabatan
1 Surya Paloh 2000 2006
2 Wisnu Hadi 2006 2011
3 Adrianto Machribie 2011
Struktur dewan direksi MetroTV saat ini adalah sebagai berikut:
No Nama Jabatan
1 Adrianto Machribie Presiden Direktur
2 Suryopratomo Direktur Pemberitaan
3 Lestary Luhur Direktur Penjualan dan Pemasaran
4 Ana Widjaja Direktur Keuangan dan Administrasi
5 John Balonso Direktur Teknik
6 Elman Saragih Pemimpin Redaksi

Cek & Ricek


\“Jangan percaya gosip sebelum menyaksikan Cek & Ricek”. Inilah pesan yang disampaikan presenter Cek & Ricek dalam setiap penayangannya. Infotainment yang satu ini selalu mengkaver dua sisi dari setiap cerita yang ada dan berusaha menghindari gosip. Cek & Ricek berusaha mengindari gosip dan lebih mengedepankan fakta aktual. Usai menyaksikan infotainment yang dibawakan Fanny Rahmasari ini, pemirsa dijamin bakal memiliki sudut pandang berbeda dalam memandang kehidupan para selebritis.

Melodi Episode III




Melodi bermimpi Ariel mendapatkan kecelakaan, ternyata didunia nyatanya Ariel benar-benar terserempet oleh mobil dan Ariel dilarikan kerumah sakit Melodi langsung kontan terbangun dari tidurnya dan memanggil nama Ariel. Ariel dibawa kerumah sakit oleh Kian, orang yang menyerempetnya tetapi setelah sadar dari pingsannya Ariel langsung meninggalkan rumah sakit karena Ia ingin mencari Melodi.
Melodi yang selalu menyebut nama Ariel membuat Tante Lala merasa jenuh dan kemudian menampar Melodi agar Melodi sadar akan kenyataan. Yang terjadi bahwa semua yang diharapkan selama ini hanyalah khayalan belaka tapi itu tidak membuat Melodi patah semangat. Dia masih terus memikirkan Ariel dan berharap suatu saat nanti bisa bertemu.
Kian yang masih saja berseteru dengan ibu tirinya, Ibu Mars. Karena dia meyakini bahwa ibu tirinya bukan orang baik. Kejadian Kian menyerempet Ariel membuat dia kembali kerumah larut malam. Keterlambatan pulang membuat papanya marah tapi Ibu Mara dengan liciknya mencoba berpura-pura menolong Kian dari kemarahan papanya untuk memperlihatkan perhatiannya pada papa dan kakaknya Bianca.
Sedangkan Kian yang sudah mengetahui akal bulus dari ibu tirinya bahwa dia hanya berpura-pura membuat Kian malah balik memaki Ibu Mara untuk keluar dari topengnya selama ini tapi itu malah membuat papa Kian tambah marah sehingga ia menampar wajah Kian.
Pertengkaran itu tidak sempat memanjang karena keburu dileraikan oleh Bianca kemudian Kian pergi meninggalkan ruang makan menuju kamarnya. Tanpa disadarinya dari belakang Ibu Mara mengikuti Kian dari belakang. Sesampainya di kamar Kian, Ibu Mara mencoba mengancam Kian untuk tidak melakukan tindakan yang bodoh karena kalau itu dilakukan ibu tirinya tidak segan-segan berbuat sesuatu pada Kian tapi Kian tidak takut dia malah balik menentang.
Melodi yang mengetahui bahwa Tante Lala melarang dia untuk memikirkan Ariel membuat Melodi mengambil keputusan untuk meninggalkan rumah secara diam-diam. Dia menuju rumah gubuk yang dulu semasa kecilnya sering sekali didatangi oleh mereka berdua.
Selain itu Melodi mempunyai perjanjian dengan Ariel bahwa dihari ulang tahunnya nanti Ariel akan menyanyikan sebuah lagu untuk Melodi sedangkan dia sendiri akan memberikan sesuatu untuk Ariel. Ariel ternyata juga sedang menuju ke rumah gubuk itu tapi ditengah jalan dia bertemu dengan Erika, yang langsung memboyongnya untuk makan kemudian Ariel tidak bisa menolaknya dan hanya mengikut saja setelah makan Ariel tersadar bahwa dia hanya buang-buang waktu saja sedangkan hari sudah menuju sore.
Ariel pun beranjak pergi tapi Erika coba menahannya. Erika coba mengejar tetapi malah terserempet oleh mobil, Ariel yang melihat kejadian ini cepat-cepat menolong Erika dengan membawanya kerumah sakit. Melodi yang sudah menunggu dari sore hari hingga malam menjadi kecewa karena Ariel tidak muncul untuk menepati janjinya.
Dari rumah sakit Ariel berlari menuju rumah gubuk, tapi sesampainya disana ia tidak mendapati Melodi kecuali sepucuk surat kekecewaan Melodi terhadap Ariel, kemudian Ariel kembali berlari mengejar sambil berteriak memanggil nama Melodi.
Kian yang tanpa sengaja melihat Ibu Mara sedang mengambil uang didalam berangkas membuat kian curiga, sehingga ketika ibu tirinya bergegas keluar rumah dia pun mengikutinya sampai disuatu rumah mewah yang ternyata tempat judi. Hal ini membuat Kian kaget kemudian memfotonya dengan handphoenya tapi hal itu diketahui oleh penjaga tempat judi tersebut. Kejadian itu membuat Ibu Mara tahu sekaligus kaget.

Sketsa Trans TV



Terinspirasi dari Kelsey Grammer: The Sketch Show yang menampilkan sketsa-sketsa komedi singkat namun memancing tawa maksimal, kami ingin mengenalkan format baru komedi di Indonesia. Komedi real yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tidak dibuat-buat dan diangkat dari materi yang fresh.

Talent tidak memakai pelawak atau komedian, tetapi aktor dan aktris yang memiliki kekuatan akting dan teatrikal seperti:
  1. Pierre Gruno
  2. Agastya Kandou
  3. Ade Herlina, dll.